Bos dan Kesehatan Karyawan
(Vibiznews – Leadership) – Sebuah laporan penelitian dari Swedia yang dipublikasikan pada jurnal setempat mengungkapkan pendapat bahwa perusahaan sebaiknya memperhatikan kinerja manajer supaya menjaga kesehatan karyawan. Lho, memang ada hubungannya?
Jadi, menurut studi yang dilakukan oleh Karolinska Institute Stockholm, para manajer dengan skill kepemimpinan yang buruk cenderung untuk mencederai kesehatan karyawannya. Studi ini dilangsungkan terhadap 3,000 orang pria bekerja dan bermaksud untuk mencari tahu hubungan antara kualitas kepemimpinan dengan kesehatan karyawan.
Nyatanya, berada di bawah kepemimpinan manajer yang buruk bisa membahayakan kesehatan.Karyawan yang berada dalam tekanan pemimpin yang buruk cenderung untuk mengidap penyakit jantung dibandingkan dengan karyawan yang pemimpinnya baik. Temuan lainnya yakni efek tersebut bersifat akumulatif, yakni semakin lama Anda bekerja dengan bos yang buruk maka semakin buruk bagi kesehatan Anda.
Lalu, bagaimana jalan keluar bagi employer maupun karyawan dalam menghadapi masalah ini?
Employer harus menanamkan konsep kepada para manajer bahwa karyawan adalah asset perusahaan. Sehingga, kehilangan karyawan sama dengan kehilangan sesuatu yang bernilai. Tanamkan juga prinsip supaya pemimpin memberi perlakukan kepada karyawan sama halnya dengan ia ingin diperlakukan. Berikan pemahaman mengenai cara-cara untuk meningkatkan level engagement dengan karyawan. Seandainya perusahaan punya prinsip bahwa karyawan adalah asset sekaligus motor organisasi, maka tentunya manajer akan segan untuk bersikap buruk.
Selain menanamkan konsep, employer juga musti melakukan evaluasi terhadap kinerja manajer. Dalam evaluasi tersebut, masukkan juga komponen interaksi dengan karyawan. Sehingga, manajer akan memperoleh feedback yang tepat mengenai bagaimana menciptakan interaksi yang baik dengan karyawan.
Kemudian, bagaimana jika Anda karyawan yang berada di posisi tersebut?
Sebagai seorang karyawan yang posisinya cenderung lemah, mungkin Anda tidak bisa berbuat banyak ketika ditekan. Langkah yang paling cerdas adalah coba untuk pelajari karakter dari manajer Anda, sehingga lama kelamaan Anda akan tahu bagaimana perilaku yang tepat dalam situasi tertentu.
Meskipun berada dalam tekanan, jangan pernah menyerah. Kendalikan emosi Anda, dan tetap laksanakan pekerjaan dengan baik. Persiapkan diri Anda untuk skenario terburuk, siapkan argumen seandainya atasan menekan ataupun menyalahkan Anda. Anda boleh mengungkapkan pendapat, namun ingat supaya emosi tetap terjaga.
Mengingat tekanan bisa menyebabkan stress yang berujung melemahkan kesehatan, maka Anda harus mempunyai sinyal ketika merasa pikiran sudah penat dan mengarah ke stress. Jaga kesehatan dengan makanan yang bergizi serta istirahat dan olahraga yang cukup, atau ambil cuti untuk liburan. Selanjutnya Anda dapat kembali ke kantor dengan fisik dan mental yang sehat.
Jadi, menurut studi yang dilakukan oleh Karolinska Institute Stockholm, para manajer dengan skill kepemimpinan yang buruk cenderung untuk mencederai kesehatan karyawannya. Studi ini dilangsungkan terhadap 3,000 orang pria bekerja dan bermaksud untuk mencari tahu hubungan antara kualitas kepemimpinan dengan kesehatan karyawan.
Nyatanya, berada di bawah kepemimpinan manajer yang buruk bisa membahayakan kesehatan.Karyawan yang berada dalam tekanan pemimpin yang buruk cenderung untuk mengidap penyakit jantung dibandingkan dengan karyawan yang pemimpinnya baik. Temuan lainnya yakni efek tersebut bersifat akumulatif, yakni semakin lama Anda bekerja dengan bos yang buruk maka semakin buruk bagi kesehatan Anda.
Lalu, bagaimana jalan keluar bagi employer maupun karyawan dalam menghadapi masalah ini?
Employer harus menanamkan konsep kepada para manajer bahwa karyawan adalah asset perusahaan. Sehingga, kehilangan karyawan sama dengan kehilangan sesuatu yang bernilai. Tanamkan juga prinsip supaya pemimpin memberi perlakukan kepada karyawan sama halnya dengan ia ingin diperlakukan. Berikan pemahaman mengenai cara-cara untuk meningkatkan level engagement dengan karyawan. Seandainya perusahaan punya prinsip bahwa karyawan adalah asset sekaligus motor organisasi, maka tentunya manajer akan segan untuk bersikap buruk.
Selain menanamkan konsep, employer juga musti melakukan evaluasi terhadap kinerja manajer. Dalam evaluasi tersebut, masukkan juga komponen interaksi dengan karyawan. Sehingga, manajer akan memperoleh feedback yang tepat mengenai bagaimana menciptakan interaksi yang baik dengan karyawan.
Kemudian, bagaimana jika Anda karyawan yang berada di posisi tersebut?
Sebagai seorang karyawan yang posisinya cenderung lemah, mungkin Anda tidak bisa berbuat banyak ketika ditekan. Langkah yang paling cerdas adalah coba untuk pelajari karakter dari manajer Anda, sehingga lama kelamaan Anda akan tahu bagaimana perilaku yang tepat dalam situasi tertentu.
Meskipun berada dalam tekanan, jangan pernah menyerah. Kendalikan emosi Anda, dan tetap laksanakan pekerjaan dengan baik. Persiapkan diri Anda untuk skenario terburuk, siapkan argumen seandainya atasan menekan ataupun menyalahkan Anda. Anda boleh mengungkapkan pendapat, namun ingat supaya emosi tetap terjaga.
Mengingat tekanan bisa menyebabkan stress yang berujung melemahkan kesehatan, maka Anda harus mempunyai sinyal ketika merasa pikiran sudah penat dan mengarah ke stress. Jaga kesehatan dengan makanan yang bergizi serta istirahat dan olahraga yang cukup, atau ambil cuti untuk liburan. Selanjutnya Anda dapat kembali ke kantor dengan fisik dan mental yang sehat.
Archives
>> Public Training & Seminar
|
Bank OCBC NISP |
|
Bank Sumatera Utara |
|
Bank Jabar Banten |
|
Bank Mayora |
|
Bank Kalimantan Timur |
|
Bank Permata |
|
PT. Bank Papua |
|
PT. Bank Danamon Indonesia |
|
Bank DKI |
|
Bank NISP |
|
Bank Ina Perdana |
|
Bank Mega |
|
Bank DBS |
|
Carrefour |
|
Bank Ganesha |
|
Bank Mayora |
|
Flexi |
|
Bank Kalimantan Selatan |
|
SONY |
|
Bank Kesawan |
|
MAA Assurance |
|
Ambhara Hotel |






